Filosofi Isolator

Orang yang sedang jatuh cinta sering diibaratkan dua kutub magnet yang berbeda yaitu kutub utara dan selatan, dengan medan magnet yang sangat kuat, sulit untuk diterjang pengaruhnya. Apabila terperangkap dalam lingkarannya, daya tariknya tidak hanya berasal dari satu arah, namun seluruh arah, seluruh tubuh akan merasakan daya tariknya secara serentak semakin membuat kedua kutub mendekat dan pada akhirnya bersatu.

Namun apa yang terjadi apabila fenomena jatuh cinta terjadi pada situasi yang tak semestinya??? timing yang kurang tepat??? 

Andai medan magnet ini tidak ada, andai dua kutub ini tidak berlainan jenisnya…

Ah, enakan jadi isolator… Isolator yang enggak terpengaruh bila dialiri arus. Aman kan, untuk sementara ini, sambil berpuasa menunggu datangnya masa medan magnet menarik kembali di saat yang lebih appropriate.

Tapi isolator kan juga bisa jebol?

Isolator memang memiliki BIL yang menjadi tolak ukur seberapa mampukah ia bertahan dan mempertahankan kekuatannya saat dialiri arus. Dan ternyata BIL dari isolator bersifat upgradable. BIL test adalah suatu upaya mencari nilai optimal BIL pada isolator. Test ini dilakukan dengan cara melewatkan impulse voltage. 

Jadi benar, untuk melihat kemampuan kita, memang harus ada cobaan\^o^/

Lucunya lagi semakin banyak isolator melewati BIL test, semakin nilai optimal BIL terupgrade. Karena setelah diketahui angka BIL ada di bawah standard, semakin ada upaya untuk meningkatkan BIL tersebut. Namun saat sudah tidak tertolong alias jebol, isolator harus diupgrade sehingga menjadi brand new. Semua kejadian ini terjadi terus dan berulang-ulang.

Thats how life goes, right???

note: penulis bukanlah mahasiswa ketenagaan jur. TE, tapi cuma temen dari mahasiswa ketenagaan, yang sedang geje =p

thx to M.N. n__n