Mendedel Si Dedell

Laptop 14 inchi yang saya beli satu setengah tahun yang lalu ini saya beri nama Dedell, bermula dari nama merknya yaitu DELL. Pada saat saya membeli laptop ini, merk laptop DELL masih sangat jarang digunakan di pasaran Indonesia, sehingga mungkin kalau saya beri nama Dedell masih belum ada yang menyamai.

Awal ketertarikan saya terhadap laptop ini karena beberapa specnya yang sudah memenuhi kebutuhan namun harganya masih cukup terjangkau. komputer dengan jenis Inspiron 1420 ini menggunakan prosesor Intel® Core™2 Duo dengan kecepatan 1.83GHz tiap CPUnya, dengan RAM 1GB. Saya rasa untuk kebutuhan sehari-hari sebagai mahasiswa, kombinasi prosesor dan RAM ini sudah cukup memadai, karena di sisi lain saya bukan penggila game atau semacamnya yang membutuhkan prosesor dan RAM yang super canggih. Sedangkan untuk displaynya digunakan graphic card Mobile Intel® 965 Chipset Family sebesar 256MB, juga sudah memenuhi kebutuhan meski pada saat ini kualitas layar menurun ketika hanya menggunakan baterai.

Saat pembelian laptop ini belum ada sistem operasi, sengaja saya memilih yang seperti ini supaya bisa lebih customizable dalam memilih sistem operasi. Namun saat ini saya menggunakan sistem operasi Windows XP SP3 yang diperoleh dari MSDNAA UGM, meski gratis namun tidak perlu diragukan kelegalannya. Semua komponen yang saya sebutkan tadi dapat diperoleh pada laptop dengan harga hanya tujuh juta rupiah saja, termasuk murah pada saat saya membelinya.

Untuk penyimpanan, komputer ini memiliki hard disk internal sebesar 120GB. Hard disk ini kemudian terpartisi menjadi tiga drive yaitu C, D, E. Drive C saya gunakan untuk operasi komputer. Isinya adalah file-file komponen dari program. Pengaturan file pada drive ini rata-rata sudah otomatis karena sudah menjadi package dari installer program.

Kemudian untuk drive E saya beri nama drive Entertainment, tujuannya memang untuk menyimpan file yang bersifat untuk hiburan, misalnya musik, film, games, foto, dan lain sebagainya. Untuk musik, saya menyimpan 1491 buah file musik dalam format mp3, wma, dan sebagainya. Untuk mengatur file musik sebanyak itu saya menggunakan nama musisi sebagai folder kemudian file musik tersebut dikelompokkan pada folder-folder berdasarkan musisi. Kadang kala pada satu musisi terdapat puluhan lagu. Untuk keadaan seperti ini biasanya kemudian dibuat folder album, sehingga file-file tersebut akan dikategorikan lagi berdasarkan album. Biasanya satu album maksimal terdapat dua puluh file, sehingga sudah cukup mudah bila akan melakukan pencarian.

Sama halnya dengan pengaturan file foto, pada mulanya dibuat folder yang sangat general, misalnya tahun, kemudian dibuat folder pada event apa foto itu diambil. Pada komputer saya ini terdapat 2366 file dengan total ukuran sebesar 5.5GB. Foto-foto ini adalah kumpulan foto sejak awal tahun 2009. Sementara foto yang lain sudah dipindahkan ke hard disk eksternal.

Selain itu saya juga senang mengoleksi film dan film serial. Ada sekitar 45 judul film dan 20 judul film serial mulai dari film barat, Indonesia, Jepang, Korea dan animasi. Untuk pengaturan foldernya dengan membuat satu folder untuk satu judul saya rasa sudah cukup karena judul-judul film sudah unik.

Kemudian Drive D saya beri nama drive Work. Drive ini digunakan untuk menyimpan data-data yang menyangkut pekerjaan. Folder utama pada drive ini adalah kuliah, organisasi, software, dan plus. Folder kuliah digunakan untuk menyimpan data-data yang diperlukan untuk keperluan kuliah, seperti materi dari dosen dan file tugas. Folder ini terbagi berdasarkan semester, kemudian pada tiap folder semester terbagi dalam folder-folder mata kuliah. Sementara ini terdapat folder sampai semester lima, dengan total file 8621 dengan 1000 folder. Mungkin penyebab banyaknya file pada folder kuliah karena banyak kumpulan bahan dari tahun-tahun sebelumnya yang saya minta dari kakak angkatan sebagai referensi. Selain itu banyak juga materi yang didownload dari internet untuk menyusun makalah misalnya, namun tidak semua file tersebut terpakai.

Kemudian terdapat folder organisasi yang tentu saja digunakan untuk menyimpan file dan data yang digunakan untuk kepentingan organisasi. Folder ini terbagi folder-folder berdasarkan nama organisasi atau event yang sedang diurus. Tidak dapat dipungkiri lagi isi utama folder ini adalah proposal, surat-surat, anggaran, desain publikasi, sertifikat dan lain sebagainya. Jumlah file nya sebanyak 3223 dengan 346 folder.

Folder lainnya yaitu folder plus. Folder ini sengaja saya sediakan untuk menjadi track record saya. Biasanya folder ini penting ketika akan mencari beasiswa atau semacamnya karena folder ini berisi CV, softcopy surat penting seperti KTM atau akte, dan juga formulir-formulir pendaftaran yang ternyata tidak semua terpakai.
Menulis artikel ini membuat saya tersadar bahwa pengaturan file saya kurang maksimal karena masih banyak file yang tidak digunakan masih ‘nangkring’ dalam laptop saya. Ternyata kita perlu sesekali memeriksa isi komputer kita supaya bisa dibersihkan dari file-file yang sudah tidak digunakan lagi 🙂