Sebelum Tidur

image

Yosh, lama ga nulis pake bahasa santai. Kali ini saya mau bagi-bagi tips sebelum tidur.

Mau bangun pagi seger, bersemangat? Nah pastiin sebelum tidurnya juga dilakukan secara properly. Tidur itu jangan asal ketiduran aja.

Continue reading

Advertisements

Wanita

Baru saja selesai membaca sebuah buku berjudul Bidadari-bidadari Hebat di Balik Tokoh-tokoh Hebat oleh Abdul Syukur. Ada 24 wanita diceritakan dalam buku ini, mulai  dari Cleopatra sampai ibu Ainun Habibie. Buku ini adalah buku kumpulan biografi, sehingga tidak banyak menyajikan sebuah benang merah keterkaitan antara satu cerita dengan cerita lain, ataupun semacam pembahasan, nah di sini saya coba sedikit menyajikan apa yang saya petik dari buku tersebut.

Kalau zaman dulu, hmm susah mau disebutnya apa, zaman negara adalah masih kerajaan-kerajaan belum didaulat sebagai negara, wanita adalah simbol; simbol kejayaan, kekayaan dan seks. Wanita dikejar-kejar oleh raja-raja zaman itu karena ia berwajah cantik dan bertubuh indah. Wanita seperti ini juga sering menjadi rebutan di antara pria-pria yang berjabatan tinggi, ya karena alasan itu tadi, ia adalah simbol kejayaan. Walaupun tidak diceritakan dalam buku ini, salah satu contohnya terjadi pada zaman kerajaan hindu di tanah air, sebagai contoh kisah Ken Arok dan Ken Dedes, dimana Ken Dedes diramalkan sebagai wanita nareswari atau yang menurunkan raja-raja. Mendengar ramalan tersebut Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, suami Ken Dedes, demi menikahi Ken Dedes.

Tak jarang, di zaman ini pula wanita yang memanipulasi keadaan politik di lingkungannya. Seperti Cleopatra dari Mesir yang memikat Julius Caesar untuk menjadi Kaisar Romawi. Saat itu Julius Caesar tidak bisa mengabulkan permintaannya karena ia sudah beristri. Bahkan setelah Julius Caesar meninggal, Cleopatra pun berusaha memikat Marc Anthony, yang merupakan jenderal militer Romawi, yang terlibat dalam perang perebutan tahta setelah Julius Caesar meninggal.

Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, wanita yang diceritakan dalam buku ini sudah bukan lagi sebagai simbol, namun wanita adalah seorang kawan setia dari pria. Dalam buku ini digambarkan wanita sebagai sosok setia dan penyayang. Sifat penyayang dan setia ini juga telah mampu mempengaruhi kehidupan pria. Sebagai contoh ibu dari Leonardo da Vinci, dimana lukisan Mona Lisa dengan senyum yang lembut dikatakan sebagai representasi kasih sayang sang pelukis.

Wanita juga adalah pendorong inspirasi. Inggrit Garnasih, istri kedua Soekarno dengan umurnya yang lebih tua membantunya dalam memberikan kematangan pola pikir. Ia juga setia menengok Soekarno di dalam penjara sambil membawakannya buku-buku, sehingga Soekarno menuliskan “Indonesia Menggugat”.

Wanita adalah inkubator. Mereka yang menciptakan sebuah ekosistem untuk tumbuh kembang keluarganya. Seperti ibu dari Thomas Alva Edison, Nancy Matthews Edison, yang anaknya dituduh sebagai anak bodoh di sekolah, akhirnya menjadi guru pribadi Tommy. Selain dengan membelikannya buku-buku pendidikan, mengajarkannya membaca, menulis dan berhitung, Nancy juga mengarahkan Tommy untuk mendapatkan penghasilan sendiri dengan berjualan. Tak disangka, sang penjaja permen dan koran ini menjadi founder lebih dari 14 perusahaan besar, termasuk General Electric, salah satu perusahaan publik terbesar di dunia. Tak lupa Alva Edison juga tekun bekerja di dalam laboratoriumnya sehingga dapat menemukan lampu.

Wanita lah juga yang menyebabkan goncangan jiwa yang berpengaruh terhadap tindakan seseorang di masa depan. Seperti Adolf Hitler yang jatuh cinta terhadap seorang gadis Yahudi di masa mudanya namun tidak dapat mengungkapkannya, sampai akhirnya gadis itu menikah dengan orang lain dan Hitler menjadi sangat membenci orang Yahudi dan membantai mereka dalam peristiwa Holocaust.

Kematian Coltilde, pujaan hati Auguste Comte membuat tulisannya menjadi sentimental, dan terlahir sebuah pemikiran yang dituangkan pada buku System of Positive Politics. Peristiwa ini juga membuat perubahan pada Comte, yang semula rasional, tetapi kemudian berubah ketika ia mencetuskan pikiran bahwa kekuatan yang mendorong seseorang dalam kehidupannya adalah perasaan, bukan pertumbuhan intelegensi.

Kemudian diceritakan pula tentang wanita di era modern. Yang saya tangkap, digambarkan bahwa wanita di era modern ini adalah wanita yang berjalan beriringan dengan pria. Seperti Michelle Obama, ia adalah seorang wanita jenius yang tegas dalam berbicara namun juga humoris. Ia dianggap sebagai salah satu wanita paling berpengaruh versi majalah Forbes. Kari Michelle Obama sudah cukup tinggi ketika Barrack Obama masih menjabat sebagai senator di Illinois. Namun ketika Barrack mencalonkan diri sebagai presiden, Michelle mengurangi aktivitasnya dan mendukung kampanye Barrack Obama.

Kini, wanita pendamping tokoh-tokoh besar pun ikut andil dalam kegiatan sosial. Seperti Melinda Gates yang mendirikan Yayasan Bill & Melinda Gates untuk membantu para penderita HIV/AIDS dan memberikan beasiswa pendidikan. Kemudian Suzanne Mubarak, isti Hosni Mubarak yang sangat perhatian dengan nasib wanita, ibu dan anak serta dengan perdamaian. Tak terlupakan mantan ibu negara Siti Hartinah Soeharto yang memberikan perhatian terhadap orang cacat dengan mendirikan SLB.

Kesimpulannya, sejak dulu wanita memiliki posisi yang penting di dunia ini. Ia lebih banyak menjadi penyebab ketimbang menjadi pelaku. Bukan berarti wanita itu tidak bisa membuat sesuatu yang mengubah dunia. Walaupun seiring dengan berjalannya waktu, wanita pun bisa melakukan apa yang dilakukan pria, namun nilai-nilai wanita seperti sebelumnya pun tidak hilang. Misalnya wanita sebagai simbol kejayaan. Mungkin hanya berganti bentuk saja. Tentu saja dengan nilai kehormatan yang lebih tinggi.

Bidadari-bidadari Hebat di Balik Tokoh-tokoh Hebat (gambar dari TokoBagus.com)

p.s. Sayangnya buku ini tidak menceritakan tentang istri-istri Rasulullah ya. Sebenarnya pengen masukin kisahnya juga di sini, tapi tar kepanjangan, lain kali bikin artikel khususnya deh.

A Box of Poisonous Fume

There is a wooden box,
not too small and not too large,
just the right size to carry around.
The wood is no longer firm,
scrapes are everywhere.

Painted white,
with thin embroidered laces around the edges.

Right in the middle,
a keyhole with golden plate.
That is vintage-style,
dented,
the shape we cannot guess
what kind of key shall open it.

A little girl takes the box
to whatever places she goes,
although she never opens it.

There is probably nothing inside the box,
there isn’t any sound,
no weight but just wood.

Probably there is only damp air,
or just the rusting of the plate,
or the dust of the wood.
It becomes dangerous,
just like poisonous fume.

Not-knowingly,
some emotions,
secrets,
hence trapped inside the box.

The girl must keep it safe.
Not just anyone can find out what is inside.
Nevertheless she, too,
is hurting
because of the state of the box.

She has to find the key soon.

She has to move her secrets somewhere else.

Somewhere safer, to protect herself and her secrets.

Maybe to another box.